https://journal.albadar.ac.id/index.php/JPIcipulus/issue/feedCipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam2026-05-11T17:56:04+07:00Dasep Bayu Ahyarcip.edu.journal@albadar.ac.idOpen Journal Systems<table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Original Title</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"><strong> Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Short Title</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"> Cipulus Edu</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"><strong> 2 issues per year (June and December)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Number of Articles Per Issue</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%">15 research and review articles per issue</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"> E-ISSN: <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230821551418544" target="_blank" rel="noopener">3025-2040</a></strong> (online) P-ISSN: <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20231205311140607" target="_blank" rel="noopener">3031-5263</a></strong> (print)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">SK SINTA</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"><strong> -</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"> -</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-Chief</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"><strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=2dF8yEIAAAAJ&hl=id&oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Ujang Miftahudin</a></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Managing Editor</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"><strong> <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=gQ-aUMAAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Dasep Bayu Ahyar</a></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"> <p><strong> Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Badar Cipulus Purwakarta</strong></p> </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"> Indonesian and English </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis and Indexed</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%"><strong> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=guAxY-EAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>, <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/37146" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject Area; Category</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%">Islamic Education, Islamic Religious Education, Islamic Education Management</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Associate Member</td> <td><strong> :</strong></td> <td width="80%">-</td> </tr> </tbody> </table>https://journal.albadar.ac.id/index.php/JPIcipulus/article/view/559Implementasi Metode Musyawarah Dalam Kitab Safinatun Najah di Blok Salaf Putra Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah Wonosobo2026-05-11T17:56:04+07:00Riza Maysharohrizadedew@gmail.comFaisal Kamalfaisalkamal@unsiq.ac.idAli Imronaliimron564879@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi metode musyawarah dalam pembelajaran kitab <em>Safinatun Najah</em> di Blok Salaf Putra Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah, menguraikan materi serta substansi kitab yang dipelajari oleh para santri, serta menganalisis berbagai kendala beserta upaya yang dilakukan dalam penerapan metode musyawarah pada pembelajaran kitab tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode musyawarah dalam pembelajaran kitab <em>Safinatun Najah</em> dilaksanakan secara rutin setiap malam Selasa melalui mekanisme diskusi kelompok. Dalam pelaksanaannya, santri dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan materi yang telah ditentukan, kemudian ditunjuk moderator dan pemateri sebagai pengarah jalannya diskusi. Setelah kegiatan berlangsung, ustadz berperan sebagai mushohih yang memberikan koreksi sekaligus penjelasan tambahan terhadap hasil diskusi santri. Implementasi metode ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif, keberanian berpendapat, serta kemampuan berpikir kritis santri dalam memahami materi fikih. Adapun materi yang terkandung dalam kitab <em>Safinatun Najah</em> meliputi pokok-pokok fikih ibadah, seperti thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Kitab ini menjadi rujukan dasar dalam pembelajaran fikih bagi santri karena memuat ketentuan ibadah yang relevan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kendala dalam penerapan metode musyawarah meliputi keterbatasan waktu pelaksanaan, kondisi fisik santri yang cenderung lelah pada malam hari, perbedaan tingkat pemahaman antarsantri, serta rendahnya kepercayaan diri sebagian santri dalam menyampaikan pendapat. Untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan berbagai upaya, antara lain pemberian motivasi kepada santri, pembagian kelompok secara proporsional, serta pendampingan dan arahan intensif dari ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung.</p>2026-05-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islamhttps://journal.albadar.ac.id/index.php/JPIcipulus/article/view/534Pembentukan Karakter Relegius Santri Melalui Kegiatan Yasin Mubin Di Pondok Pesantren Roudhothut Thullab Wonosobo2026-04-23T13:30:52+07:00Asy Sifa Patricia Pratamaasysifapatriciapratama@gmail.comSri Haryantosriharyanto@unsiq.ac.idDarul Muntahadarulmuntaha@unsiq.co.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter religius santri di tengah tantangan perkembangan zaman yang berpotensi melemahkan nilai-nilai spiritual dan moral. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah kegiatan pembacaan Yasin Mubin di Pondok Pesantren Roudlotuth Thullab Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Yasin Mubin, pengaruhnya terhadap pembentukan karakter religius santri, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pengasuh, pengurus, dan santri Pondok Pesantren Roudlotuth Thullab Wonosobo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Yasin Mubin dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat pada akhir bulan Hijriyah, diawali dengan tawasul, pembacaan Surah Yasin dengan berhenti pada tujuh lafaz “mubin” untuk berdoa, serta ditutup dengan tahlil bersama. Kegiatan ini berperan dalam membentuk karakter religius santri yang tercermin dalam sikap disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi peran aktif pengasuh dan pengurus, penerapan tata tertib pondok, serta lingkungan pesantren yang religius. Adapun faktor penghambatnya antara lain kelelahan fisik santri, tugas akademik yang padat, serta kurangnya pemahaman sebagian santri terhadap makna kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pembacaan Yasin Mubin menjadi salah satu sarana efektif dalam pembentukan karakter religius santri melalui metode pembiasaan yang konsisten di lingkungan pesantren.</p>2026-04-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islamhttps://journal.albadar.ac.id/index.php/JPIcipulus/article/view/535Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an pada Lansia di Majelis Taklim Al Ma’unah Sidomulyo Purworejo2026-04-28T20:40:09+07:00ALIFA NURUL MUFIROHmufirohalifanurul@gmail.comMaryonomaryono@unsiq.ac.idMuhtar Sofwan Hidayatmuhtarsh@unsiq.ac.id<p><em> </em>Penelitian ini berfokus pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an pada lansia melalui materi pembelajaran yang diterapkan di Majelis Taklim Al-Ma’unah Sidomulyo Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan materi pembelajaran, hasil program, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pembelajaran disampaikan menggunakan metode Iqro’ secara bertahap dan berulang yang disesuaikan dengan karakteristik lansia. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi buta huruf Al-Qur’an, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan peserta dalam mengenal huruf hijaiyah dan membaca ayat sederhana. Faktor pendukung meliputi kesesuaian materi pembelajaran, peran ustadzah, serta lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fisik dan penurunan daya ingat. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi buta huruf Al-Qur’an pada lansia.</p>2026-04-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islamhttps://journal.albadar.ac.id/index.php/JPIcipulus/article/view/505Konsep Pendidik Menurut Imam Ghazali2026-01-21T19:16:11+07:00Muhamad Rizka Saomirizkasaomi0904@gmail.comSuci Muzfirahsucimusoffah15@gmail.com<h1><strong>Abstrak</strong></h1> <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pendidik menurut Imam al-Ghazali serta relevansinya dalam pendidikan Islam dan konteks pendidikan kontemporer. Kajian difokuskan pada pandangan al-Ghazali mengenai kedudukan pendidik, landasan spiritual dan moral menjadi guru, tugas dan etika pendidik, serta karakter pendidik yang baik dan yang harus dihindari. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur <em>library research</em> dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari karya-karya utama Imam al-Ghazali, khususnya Ihya Ulumiddin, serta buku, kitab, dan literatur pendukung yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap konsep dan prinsip pendidikan yang dikemukakan al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Ghazali memandang pendidik sebagai profesi yang sangat mulia karena berperan dalam pembinaan hati, akhlak, dan kepribadian peserta didik. Pendidik tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan teladan moral. Al-Ghazali menekankan pentingnya niat ikhlas, kesucian hati, pengamalan ilmu, serta kesesuaian metode dengan tingkat pemahaman murid. Delapan prinsip etika pendidik yang dirumuskannya menjadi pedoman dalam membentuk karakter guru ideal. Penelitian ini merekomendasikan pemikiran al-Ghazali sebagai rujukan dalam pengembangan dan pembinaan pendidik agar tercapai keseimbangan antara kompetensi profesional dan integritas spiritual.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Imam al-Ghazali, pendidik, pendidikan Islam, etika pendidik</p>2026-05-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam